Jumat, 29 September 2017

Cara Budidaya Lobster di Kolam Terpal

Budidaya lobster di kolam terpal - Pemeliharaan lobster  air tawar di kolam sebaiknya  mengunakan metode perawatan seperti merawat tanaman atau seperti ikan hiasan di aquarium.

Dalam hal untuk membedakan antara jenis betina dan jantan, adalah dengan melihat warna jepitnya , lobster jenis ini juga suka makan tumbuh-tumbuhan seperti eceng godok. Bahkan terkadang ketika diberi nasi pun akan dimakan.

Memelihara lobster  air  tawar di kolam


Jika ada warna merahnya, berarti lobster tersebut jantan. Jenis-jenis lobster ini sangat mudah untuk dipelihara dan pememeliharaan, alasannya  jenis ini sangat kuat hidup di berbagai kondisi. Dan jenis ini termasuk omnivora.

Berikut ini Cara budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Untuk memelihara lobster ini sebenarnya sangat mudah jadi tergantung ingin memakai cara profesional atau cara tradisional.
 
Kali ini yang akan kita tunjukkan adalah cara budidaya skala rumahan, sebab dengan cara rumahan tak perlu menggunakan lahan yang luas dan tentunya biaya juga sidikit.

Langkah pertama  dalam cara pembibitan lobster kita harus menyediakan bahan  terpal untuk kolam yaitu berupa plastik yang  tebal dan juga harus kita memastikan terlebih dahulu  lokasi kolam, benih baiknya lagi kolam lobster dekat dengan rumah atau di perkarangan rumah alsannya supaya memudahkan kita dalam mengontrol perkembangan lobster
 
Dan juga tanahnya harus  rata dan usahakan lokasi tersebut tak terlalu banyak terkena sinar matahari langsung karena itu membayakan bibit lobster yang masih kecil, kemudian usahakan jangan sampai pula tidak ada cahaya mataharinya ke kolam itu juga membahayakan untuk perkembangan bibit lobster.
 
Cara pembuatan kolam dengan di lapisi  terpal  plastik yaitu  ukurannya  1 meter  x 2 meter  dengan tinggi kolam sekitar 80 centimeter.
 
Setelah itu semua sudah siap langkah selanjutnya kolam di isi dengan air bersih dengan ketinggian air skitar 65 centimeter, tinggi air jangan sampai sesuai dengan tinggi kolam karena lobster bisa kabur. Jadi usahakan ketinggian air kurang 15 sampai 35 centimeter  dari ketinggian  kolam.
 
Kemudian memasukkan tanaman  eceng gondok atau sejenisnya alasannya lobster  sangat menyukai tanaman tersebut selain menyejukkannya dia juga bisa berlindung di bawah tanaman tersebut dan akar serpihan tanaman tersebut bisa jadi makanannya.
 
Lalu  memasukan lobster ke dalam kolam, harus usahakan jenis lobster betina lebih banyak dari jenis lobster jantan itu sangat bagus untuk perkembangannya.
 
Pada saat lobster betina akan terlihat ciri-ciri bertelur  cepat-cepatlah untuk memisahkan ke kolam yang lain boleh juga di sebut dengan perasingan.
 
Tahap selanjutnya membiarkan lobster  betina menetaskan telurnya pada kolam lain , jika telur telah menetas, pindahkan betina tersebut dari kolam penetasan ke kolam yang khusus untuk  leluasa induk lobster dan itu sangat berpengaruh perkembangan bibit lobster.
 
Cara perawatan lobster yang baik

Yaitu dengan cara memberikan umpan atau makanan secara teratur untuk bibit lobster yang sedang berkembang , kemudian lihat perkembangannya sekitar beberapa bulan selanjutnya .
 

Cara perawatan lobster yang baik

Pada saat  lobster tersebut sudah tumbuh dewasa  kita harus  menggunakan penerapan yang  bagus untuk membuat kolam yang lebih banyak untuk perkembangan lobster yang baik

Demikanlah artikel Budidaya Lobster di Kolam Terpal dari petani maco saya, salam petani sukses dan terimakasih.

Coming Articel :

  • Ternak lobster air tawar di rumah
  • Budidaya lobster air tawar di kolam tanah
  • Video budidaya lobster air tawar
  • Budidaya lobster air tawar di aquarium
  • Cara budidaya lobster red claw

Sabtu, 23 September 2017

Budidaya dan Perawatan Ikan Guppy

Budidaya dan Perawatan Ikan Guppy - Pada budidaya dan perawatan ikan hias guppy sangat gampang dengan di campur saja antara kedua jenis ikan guppy jantan dan ikan guppy betina. Namun kalau ingin menghasilkan peranakan yang bagus kita bisa menyilangkan.

Akuarium perlu memiliki cukup oksigen. Untuk itu anda dapat memberikan air pump atau alat untuk menyemburkan gelembung air supaya oksigen dalam akuarium terjaga.

Budidaya dan perawatan ikan guppy


Ikan guppy adalah ikan hias yang cukup populer, ukuranya yang kecil ini sangat anggun. Untuk makanan, baiknya diberikan 2 x 1 hari serta janganlah terus-terusan dikasih makan. Makanan dapat diperoleh secara alami, seperti lumut, jentik-jentik, ataupun cacing. 

Namun karena mulut ikan guppy sangat kecil, sebaiknya potong atau bentuk makanan itu jadi kecil-kecil untuk memudahkan masuk ke mulut guppy.
Bila tidak tentunya akan repot, dan makanan ikan guppy juga dapat dibeli di toko ikan hias.

Untuk pemijahan, anda perlu pemisahkan indukan jantan dengan indukan betina yang siap kawin dalam tempat terpisah. Indukan betina yang siap kawin biasanya dicirikan dengan adanya bercak noda hitam di bagian perut belakangnya. 

Nah jika ikan guppy yang akan anda pelihara tidak dicampur dengan ikan hias lain, maka untuk akuariumnya yang paling ideal adalah ukuran  40 x 40 x60 cm dengan kapasitan ikan yang ada didalam akuarium adalah 50 ekor.

Sedangkan jika ingin dicampur dengan ikan hias lain, ukuran akuarium harus lebih dari 40 x 40 x 60 cm, misal akuarium dengan ukuran 100 x 40 x 60 cm.

Agar supaya menambah cantiknya akuarium, bisa juga dengan menambahkan tanaman air dan juga pernak - pernik hiasan akuarium.

Anda sebaiknya menentukan indukan yang bagus juga bila menghendaki hasil varietas yang bagus, baik menyangkut warna ataupun bentuk ekornya. Pemijahan dapat dilakukan selama 3 bulan dengan sebulan sekali kelahiran.

beberapa jenis dan type varietas untuk mendapatkan hasil yang bagus. Contohnya, anda dapat menyilangkan guppy jantan yang memiliki warna spesifik dengan guppy betina ekor lebar untuk mendapatkan benih guppy ekor lebar dengan warna yang menarik.
Ikan guppy memang tergolong ikan hias air tawar yang mudah dipelihara.

Memang ikan guppy mudah untuk dipelihara. Akan tetapi, jika dalam cara merawat ikan hias guppy secara serampangan tidak menutup kemungkinan ikan guppy kesayangan anda terserang penyakit.

Cara memberi pakan untuk ikan guppy
Untuk pakan bisa diberikan makanan buatan seperti pelet, akan tetapi  yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan ikan guppy, pelet haruslah yang sesuai dengan mulut si guppy.

Sedangkan untuk frekuensi pemberian pakan ikan guppy dalam sehari yang paling baik adalah 2x, pagi dan sore.
Jenis Ikan guppy termasuk ikan herbivora, pemberian pakan yang baik  sangatlah penting, frekuensi pemberian pakan juga harus diperhatikan

Air adalah habitat tepat hidup ikan, kualitas air yang baik akan membuat ikan juga tumbuh dangan baik pula.
Supaya ikan guppy kesayangan anda hidup dengan sehat, sangat disarankan air akuarium haruslah yang ber ph 7,5 hingga 8, supaya ikan guppy bernafsu untuk malahap ketika anda memberinya makan.

Budidaya serta perawatan ikan hias guppy dalam akuarium baiknya diganti 2 atau 3 minggu sekali atau bergantung kekeruhan air. Jaga suhu atau temperature air stabil pada 15 - 27 derajat celcius.

Bukan hanya ph-nya saja yang bagus, air akuarium haruslah bersuhu 25 - 28 derajat celcius.
Jangan lupa pula sebelum anda gunakan untuk tempat hidup guppy anda, air harus diendapkan selama kurang lebih 2 hari, supaya zat - zat berbahaya hilang.

Demikian artikel dari Petani MACO Cara Budidaya dan Perawatan Ikan Guppy dengan harapan semoga bermanfaat untuk para ikan hias.

Jumat, 22 September 2017

Pembenihan dan Pemeliharaan Ikan Patin

Pembenihan dan pemeliharaan ikan patin - Pada Pembenihan ikan patin di dalam kolam merupakan salah satu faktor yang penting dan harus di pelajari terlebih dahulu sebelum terjun ke lapangan. Karena kalau ternak pasti di ada hasil keuntungan yang diharapkan.

Ikan patin dengan menyandang nama ilmiah pangasius hypophthalmus masuk ke dalam golongan jenis ikan lele (catfish), habitat asli ikan patin di alam bebas, ikan yang berasal dari sungai sungai besar yang ada di kawasan pulau kalimantan, pulau sumatra, dan pulau jawa. Namun ikan patin juga bisa di ternak di kolam kolam biasa.

Pembenihan dan pemeliharaan ikan patin


Golongan ikan ini adalah ikan yang pertumbuhannya cepat, agar pertumbuhannya lebih cepat lagi maka ikan pati lebih baik dibudidayakan di kolam yang mengalir secara teratur.

Pilihlah tanah yang mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %, supaya aliran air ke kolam bisa lebih mudah secara gravitasi. Jika anda mempunyai pilihan menentukan cara budidaya ikan patin dengan sistem jala apung, maka pilihlah sungai yang mempunyai arus lambat.


Pilihlah habitat ikan patin yang mempunyai kualitas air yang bersih, usahakan air tidak begitu keruh, air juga tidak boleh tercemar.Usahakan suhu air pada kisaran 26 sampai dengan 28 derajat celcius ketika masa penetasan telur mejadi larva yang siap dimasukan akuarium. Usahakan agar anda mempunyai kolam air yang mempunyai keasaman kira-kira 6,5 sampai dengan 7.

Inilah langkah pembenihan ikan patin

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam menentukan tempat dalam budidaya ikan patin :
Pilihlah jenis tanah liat atau tanah lempung dan tidak berporos, karena tanah jenis ini merupakan tanah yang bagus untuk dibuat sebagai kolam tempat pemeliharaan.

Untuk daerah yang mempunyai suhu air yang cenderung rendah maka diperlukan heater atau pemanas supaya suhu air tetap stabil dan memcapai suhu yang optimal.

Cara pembenihan ikan patin sebaiknya dipilih lokasi kolam untuk peternakan yang dekat dengan sumber air dan bebas dari banjir. Untuk memudahkan sistem pengairan ke dalam kolam sebaiknya kolam dibangun pada lokasi lahan yang landai dan mempunyai kemiringan 3 sampai dengan 5 %. Hal ini bertujuan agar air mudah dan lancer mengalir ke kolam. Ada 3 jenis kolah yang harus anda sediakan

Kolam tempat memelihara indukluas kolam ditentukan oleh seberapa banyak jumlah induk dan intensitas dalam pengolahannya, misalnya untuk 100 kilogram induk sebaiknya dipelihara di dalam kolam dengan luas kira-kira 500 m2 , persyaratan memilih kolam jenis ini jika anda hanya mengandalkan sumber pakan alami ditambah dedak. 

Akan tetapi jika pakan yang akan diberikan berupa pelet maka untuk 100 kilogram induk bisa dipelihara di dalam kolam dengan luas antara 150 sampai dengan 200 m2 saja. Kolam sebaiknya mempunyai bentuk persegi panjang, dinding samping kolam bisa ditembok, tetapi untuk jenis kolam tanah sebaiknya dinding samping dilapisi anyaman bambu.

Kolam tempat pemijahankolam tempat memijahkan bisa di kolam tanah atau berupa bak tembok, jumlah induk yang hendak dipijahkan memengaruhi besarnya ukuran atau luas kolam. Misalnya untuk 1 ekor induk yang mempunyai berat 3 kilogram sebaiknya ditempatkan pada kolam dengan luas 18 meter persegi yang sudah dilengkapi dengan kira-kira 18 buah ijuk.

Kolam tempat pendederanuntuk kolam tempat pendederan sebaiknya dibuatkan kolam berbentuk 4 persegi, buatkanlah saluran (kemalir) pada dasar kolam dan buatkan juga kubangan di daerah saluran pengeluaran. Saluran kemalir dan kubangan dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan benih pada saat panen tiba.

Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium atau bak berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm, bisa dalam ukuran yang lain.

Setiap akuarium atau bak diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi.

Dalam mengembangbiakan ikan patin ini dalam kategori pembesaran yang biasanya di lakukan pada saat bibit ikan patin memiliki berat 8-12 gram/ekornya. Dan setelah 6 bulan bisa mencapai 600-700 gram/ekonya. Sebagai petani ikan patin ini memanen setelah berusia 3 hingga 4 bulan karena permintaan pasar ikan patin dengan bobot yang lebih rendah per ekornya.

Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur.

Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk.

Dan untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan dan suhu air, gunakan heater atau dapat juga menggunakan kompor untuk menghemat biaya. Benih umur sehari belum perlu di beri makan tambahan dari luar, karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolksac atau kuning telur. Pada hari ke 3 benih ikan di beri makanan tambahan berupa emulsi kuning kuning telur ayam yang di rebus.

Induk patin yang hendak di pijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus terlebih dahulu dengan pemeliharaan yang intensif. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang mengandung protein tinggi. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad.


Berikut ini kriteria induk untuk pembibitan ikan patin yang pas
Pertama, beratnya harus 1,502 kg atau lebih.
Kedua, pada kulit perut terlihat lembek dan tipis.
Ketiga, jika diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih bada bagian itu..
Keempat, pada kelamin ikan membengkak dan berwarna merah tua.kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya seragam.

Penjagaan kebersihan pada kolam ikan patin
Kualitas air ikan patin yang kurang baik bisa mengakibatkan ikan gampang diserang penyakit, penyeleksian kualitas air  meliputi 2 sifat yaitu sifat air secara fisika dan sifat air secara kimiawi.

Sifat air secara fisika terdiri dari faktor suhu, kekeruhan air, dan warna air. Sedangkan sifat air secara kimiawi terdiri dari faktor besarnya kecilnya kandungan oksigen (o2), kandungan karbondioksida (co2), nilai ph serta zat-zat atau limbah beracun. Ikan patin dikategorikan golongan ikan yang sanggup bertahan hidup jika terjadi kekurangan kandungan oksigen dalam kolam atau air.

Pembenihan dan pemeliharaan ikan patin
Kriteria air yang bagus yang diperlukan dalam cara budidaya ikan patin setidaknya mengandung oksigen sebesar 4 milligram/liter air. Sedangkan besarnya kandungan karbondioksida harus kurang dari 5 milligram/liter air.
Kedalaman air mempengaruhi kualitas air dan jumlah plankton.

Kedalaman air 1  25 centimeter  air keruh, banyaknya partikel tanah.
Kedalaman air 25  50 centimeter optimal, plankton cukup.
Kedalaman air 50  centimeter  air jernih, plankton sedikit.

Untuk merangsang dan meningkatkan produktifitas makanan alami sebanyak-banyaknya maka kolam pembesaran perlu dikasih pupuk. Pupuk bisa berupa jenis pupuk kandang atau jenis pupuk hijau dengan besaran dosis 50 sampai dengan 700 gram per meter persegi.


Tahap-tahap memanen ikan patin
Tahap dalam memanen ikan paten cukup mudah dan termasuk cepat cuma dalam kurun waktu 6 bulanan sudah bisa dipanen, benih yang mempunyai berat 8 sampai dengan 12 gram/ekor ketika pada awal waktu ditebarkan di kolam, beratnya akan mencapai kira-kira 600 sampai dengan 700 gram/ekor ketika menginjak umur 6 bulan.

Metode penangkapan pada masa panen ikan patin dengan memakai sistim jala apung sering menyebabkan ikan menjadi luka-luka. Sebaiknya memulai pekerjaan penankapan ikan terlebih dahulu dilakukan di daerah hilir kemudian secara perlahan maju ke daerah hulu. 

Jika anda menggunakan kere doronglah kawanan ikan patin sehingga mereka terpojok di daerah hulu, metode penangkapan seperti ini lebih baik dan menguntungkan sebab kawanan ikan patin tetap memperoleh air segar untuk menghindari kematian pada ikan.

Demikian artikel dari Petani MACO Cara Pembenihan dan Pemeliharaan Ikan Patin  dengan harapan semoga bermanfaat buat kita semua khususnya bagi para pembudidaya ikan hias.

Cara Menanam Pohon Pepaya Cepat Berbuah

Cara Menanam Pohon Pepaya Cepat Berbuah. Pepaya adalah salah satu tanaman yang benihnya cukup sulit dan lama dalam proses perkecambahannya. Karena itu seringkali petani menanam pepaya mengalami kegagalan atau daya tumbuhnya rendah dalam proses perkecambahan biji pepaya. Akan tetapi ada cara tertentu bagaimana mempercepat pohon pepaya berbuah, di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips cara berkebun pohon pepaya berbuah banyak dan manis. 

Cara Menanam Pohon Pepaya Cepat Berbuah

Pepaya saat ini menjadi buah yang lagi Trend untuk di Budidayakan oleh masyarakat di Indonesia. Saat ini buah pepaya menjadi buah  Idola masyarakat di Indonesia sebagai buah yang murah, mudah di dapat dan mempunyai nilai kandungan Vitamin dan manfaat yang tidak kalah dengan buah yang lain.


Indonesia yang di kenal sebagai Negara Tropis yang mempunyai tanah  subur sangat cocok sebagai tempat yang baik untuk Budidaya Tanaman Pepaya. Peningkatan Cara Budidaya Pepaya ini sudah berlangsung sekitar 2 tahun ini dan sampai sekarang permintaan akan benih pepaya di Masyarakat terus meningkat.

Tanaman Pepaya tumbuh optimal pada daerah beriklim tropis dengan sinar matahari penuh tanpa naungan. Suhu optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pepaya berkisar 22o – 26o C. Selain iklim, faktor lain yang mempengaruhi tanaman pepaya adalah ketinggian tempat, kondisi kesuburan fisik dan kimiawi tanah, ketersediaan air, organisme pengganggu tanaman, jarak tanam, pemupukan dan pengairan sesuai dengan keperluan.

Kendala yang banyak di hadapi oleh petani pepaya salah satunya adalah untuk menumbuhkan ( menyemai ) benih pepaya yang baik dan benar sehingga di peroleh bibit pepaya yang berkualitas dan seragam. Dengan dasar kesulitan petani yang sering kami temui tersebut maka kami tergerak dan tergugah untuk berbagi ilmu dan pengalaman, tentunya dengan harapan agar petani dan pembaca semua bisa dengan mudah mengatasi permasalahan dan kendala yang berkaitan dengan daya tumbuh pepaya tersebut.

Cara Menyemai bibit Pepaya
Apabila satu atau lebih dari faktor yang diperlukan tersebut dalam keadaan terganggu atau tidak normal, maka pertumbuhan tanaman dan produksi pepaya akan terpengaruh. Gangguan dimaksud dapat terjadi sejak di persemaian hingga tanaman telah dipindah ke kebun. Untuk itulah maka diperlukan pemeliharaan yang baik sejak tanaman masih muda dan berada di persemaian, hingga tanaman telah dipindah ke kebun.

Cara semai atau perkecambahan  yang baik dan benar benih pepaya akan memberi hasil yang baik pula terhadap tingkat daya kecambahnya. Adapun cara persemaian benih pepaya tersebut sebagi berikut :

Persiapan alat dan bahan yang berupa : Air hangat Kuku, Kertas Merang ( Buram ), Lampu 5 Watt, Bekas Kardus Aqua 1.5 Liter, Handuk (Kain Kecil), Sprayer 1 Liter, Formula LMGA AGRO 1 botol , Papan Nampan (Plastik ), Gelas 250 CC serta benih pepaya Red Lady atau Orange Lady 1 Sachet
Siapkan gelas Aqua ukuran 250 Cc yang sudah di isi dengan air hangat kuku ( 50 Derajat Celcius ) sebanyak 150 Cc, kemudian larutkan FORMULA LMGA AGRO sebanyak 30 Tetes ( tanpa di tekan )
Buka benih Pepaya Red Lady atau Orange Lady dari kemasan dan dicek dahulu dalam rendaman air, ambil benih yang tenggelam ( Buang benih yang melayang dan mengapung ).

Kemudian rendam dalam gelas air hangat yang sudah di beri larutan FORMULA LMGA AGRO Perendaman di lakukan selama 48 jam, kemudian tiriskan benih pepaya Red Lady dan Orange Lady Ambil nampan Plastik, Kertas Merang ( Kertas Buram ), kain Handuk dan SprayerIsi Sprayer 1 Liter dengan air volume 750 CC kemudian beri Larutan FORMULA LMGA AGRO 15 tetes ( Tanpa di tekan ) Kertas Merang ( Kertas Buram ) dan Handuk di basahi dengan Sprayer sampai rata, kemudian benih yang sudah di rendam semalam di tata dan di bungkus dengan kertas merah dalam bentuk persegi empat.

Kemudian di bungkus lagi dengan handuk basah Letakkan benih Pepaya Red Lady dan Orange Lady yang sudah di bungkus dengan Kertas merang dan Handuk basah dalam nampan plastik.

Masukkan nampan plastik yang ada benihnya ke dalam kardus Aqua 1.5 Liter kemudian di beri lampu 5 Watt dengan cara menggantung 35 sampai 40 Cm dari permukaan dasar kardus Aqua.

Biarkan benih pepaya Red Lady dan Orange Lady dalam kardus selama 7 sampai 8 hari ( sampai benih pecah ), tetap di jaga agar handuk dan kertas merang tetap basah dengan cara menyemprot dengan sprayer apabila terlihat kering 1 hari sekali.

Apabila benih sudah tumbuh ( pecah ) dan berkecambah di tandai dengan adanya radikula akar yang berwarna putih maka benih langsung di pindahkan ke media semai yang sudah di siapkan.

Media Semai Bibit Pepaya Yang Baik
Setelah berhasil menyemai dan menumbuhkan benih pepaya Red Lady dan Orange Lady dalam persentase yang tinggi , maka tugas kita selanjutnya adalah memindahkan benih yang sudah pecah dan mulai tumbuh ke dalam media semai yang sudah di taruh dalam Polybag. Polybag yang di gunakan untuk semai Benih pepaya adalah Polybag hitam yang berukuran tinggi 15 Cm dengan Lingkar Polybag 18 Cm. Media semai yang kita gunakan adalah campuran tanah top soil 2 bagian, dicampur dengan Pupuk Bokashi 2 bagian yang sudah di aduk rata.

Cara Perawatan Bibit Pepaya
Bibit tanaman pepaya yang baru tumbuh di persemaian polibag perlu dipelihara dengan baik agar berkembang menjadi bibit yang sehat dan kuat. Pemeliharaan meliputi pekerjaan penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Setelah bibit cukup umur dan tumbuh kuat, selanjutnya ditanam di kebun.

Penyiraman bibit pepaya dilakukan agar persemaian selalu dalam keadaan lembap, tetapi tidak boleh terlalu basah. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Selain itu, untuk menjaga kesuburannya, bibit perlu disemprot dengan pupuk daun. Misalnya Complesal Special Tonic atau Mamigro dengan konsentrasi 1,0 sampai 1,5 gram per liter air. Agar tanaman tidak diserang hama dan penyakit, maka perlu disemprot dengan pestisida.

Ada banyak jenis pestisida yang dapat digunakan untuk tanaman pepaya di persemaian, misalnya pestisida Marshal atau Copcide 77 dengan konsentrasi 0,5 – 1,0 gram per liter air. Penyemprotan dengan pestisida perlu juga dilakukan menggunakan jenis pestisida lain yang sesuai, namun konsentrasinya perlu mengikuti petunjuk penggunaannya.

Waktu Penanaman
Waktu Penanaman Kondisi iklim di suatu lokasi berbeda antara yang satu dengan lainnya. Oleh sebab itu waktu penanaman pepaya harus dilakukan pada saat yang tepat. Ketetapan waktu tanam akan memberi harapan yang baik bagi pertumbuhan bibit pepaya menjadi optimum.

Dalam keadaan yang normal, benih pepaya mulai berkecambah di persemaian setelah 2-3 minggu ditanam. Bibit sudah boleh ditanam di kebun setelah tanaman berumur 30 – 40 hari. Pada umur tersebut bibit telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati dengan tinggi tanaman 10 – 20 cm. Penanaman bibit ke lapang sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Sehari sebelum penanaman, lubang tanaman pada bedengan disiram air terlebih dahulu sampai basah.
Untuk menentukan waktu penanaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya:

    * Pilih dan lakukan pengolahan tanah pada awal bulan basah.
    * Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Jangan menanam bibit
       pada siang hari karena bisa menyebabkan tanaman layu.
    * Tentukan rata-rata curahnhujan bulanan untuk mengetahui bulan basah di daerah
      lokasi penanaman. Dalam hal ini curah hujan bulanan harus lebih dari 100 mm/bulan.
    * Tentukan bulan basah di daerah tersebut.

Penanaman Bibit Pepaya
Kegiatan penanaman bibit pepaya turut menentukan keberhasilan dari budidaya. Oleh sebab itu proses penanaman harus dilakukan dengan benar dan diiringi dengan pemeliharaan yang teratur sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. Benih dan bibit perlu dipersiapkan dengan baik karena bibit yang sehat merupakan langkah awal kesuksesan budidaya pepaya unggul.
Setelah umur bibit pepaya telah mencukupi, selanjutnya bibit pepaya perlu ditanam di lahan yang sudah disiapkan. Dalam penanaman, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu waktu penanaman dan cara menanam.

Cara Penanaman
Pemindahan bibit pepaya dari persemaian ke lapangan harus dilakukan secara hati-hati agar akarnya tidak mengalami kerusakan. Cara peaman bibit ke lapang adalah sebagai berikut.

    * Masukkan bibit ke dalam lubang tanam sedalam leher akar (pangkal batang bibit),
       kemudian timbun dengan tanah galian.
    * Untuk mempertahankan kelembapan tanah, tutup tanah di sekitar batang
        pepaya dengan mulsa jerami padi.
    * Penyiraman selanjutnya dilakukan setiap pagi dan sore hari terutama saat musim kering.
    * Padatkan tanah di sekitar bibit secara perlahan.
    * Upayakan posisi bibit dalam keadaan tegak setelah ditanam.
    * Setelah selesai penanaman, siram bibit hingga basah agar tanaman tidak layu.
       Namun penyiraman tidak perlu sampai airnya tergenang.
    * Siram media tanam dalam polibag hingga cukup basah.
    * Lepaskan polibag dari media tanam secara hati-hati,
       bila perlu polibag dirobek. Upayakan media tanam tetap kompak atau tidak pecah.